Sabtu, 26 Juli 2008

Tips: Hemat Pake Pasir (Cat Sand)

Selama ini yang saya alami dan saya dengar dari teman2 dan pelanggan2 cat sand saya, banyak yang mengeluh bahwa pemakaian pasir untuk kotoran kucing mereka (cat sand) khususnya jika musim penghujan benar2 dirasa boros.
Khususnya bagi mereka yang berprinsip sekali pakai buang dengan berbagai pertimbangan (misal tidak kuat baunya jika direndam, males mencuci, tidak ada waktu de el el)

Mungkin cara ini bisa membantu anda karena sampai sekarang ini adalah cara terefisien dan tercepat yang saya alami jika mengurus pasir para puusss.....

1. Sediakan litter boks yang biasa anda pakai untuk si pus.
2. Sediakan 1/2 selembar koran (1 lembar koran biasanya ada 4 halaman), kemudian tekuklah menjadi dua.
3. Taruh diatas litter boks dan ratakan agar bisa mengikuti lekuk liter boks
4. Sebarkan pasir diatas koran secukupnya (baca: SEDIKIT SAJA), kalau anda tau tempat minum yang biasa dibuat minum ayam atau burung peliharaan yang terbuat dari plastic warna merah atau hijau solid (bukan yang tembus pandang) itu cukup setengahnya saja diisi cat sand.
5. Silahkan taruh di kandang atau tempat biasa si pus buang kotoran, beres dah.

Sehari minimal bisa kita ganti dua kali (pagi dan sore) jika koran sudah terlihat basah atau sudah ada pupnya si pus.

Cara membersihkan juga cukup mudah anda tinggal tekuk keempat sisi koran dan angkat maka jreeengg..!! pasir plus pipis ama pup sipus sudah terangkat semua, mudah khan??

Dengan kondisi 10 buah litter boks yang berada di kandangnya masing2, saya hanya butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit saja untuk melakukan semuanya, mulai dari membersihkan cat sand yang sudah kotor, mengganti alas dengan koran yang baru plus tabur2 pasir dan menaruhnya kembali di kandang.

Padahal dulu ketika saya masih menggunakan banyak cat sand dalam setiap litter boks, saya membutuhkan waktu antara 30-45 menit bahkan hingga satu jam (jika capek sehabis seharian kerja) untuk melakukan itu semua (termasuk buang kotorannya, buang pasir yang kena pipis pus, pilih2 pasir yang masih belum tercemar untuk dicuci n dijemur ulang) waaahhhh.. penghematan waktu dan tenaga yang cukup lumayan bukan? Dan yang terduga adalah penggunaan media cat sand yang lebih hemat,beneran n dijamin!!

Saya biasanya menghabiskan satu karung cat sand 25 kg itu sekitar 3 minggu untuk para pus di rumah, dengan cara ini bisa 4-5 minggu loh? Ndak percaya?? Silahkan membuktikan sendiri.
Ini saja saya ngelangar aturan bisnis umum "ada penjual ngajarin ngirit pembelinya kekekekekeke"

Selamat mencoba semoga membantu ya....

Minggu, 20 Juli 2008

Cat Food Ideal

Makanan memegang peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan kesehatan kucing kita. Makanan terbaik adalah makanan yang memenuhi semua kebutuhan nutrisi bagi tubuhnya, dan sedekat mungkin dengan makanan yang diberikan oleh alam kepada mereka. Untuk mengetahui apakah makanan yang kita berikan sudah cukup baik, kita dituntut untuk belajar dan mengetahui nutrisi apakah yang dibutuhkan oleh tubuh dan sekaligus juga apa yang berbahaya buat mereka.

Faktor pertama yang patut jadi pertimbangan kita dalam memilih makanan adalah bahan dasar. Kucing adalah binatang karnivora murni, artinya kebutuhan makanannya semuanya didapat dari daging. Kebutuhan akan protein nabati didapat secara tidak langsung dari mangsanya, misalnya dari tumbuhan yang masih belum habis dicerna dalam usus seekor tikus. Makanan terbaik bagi kucing adalah makanan yang alami, yang bisa kita penuhi dengan membuat sendiri dari daging (ikan, ayam, kalkun, dsb) dengan tambahan vitamin. Akan tetapi sering kita dihadapkan dengan kendala waktu dan tenaga yang terbatas. Selain itu home made cat food tidak bisa disimpan terlalu lama yang akan mengakibatkan rusaknya nutrisi dan resiko terinfeksi bakteri.

Untuk memberi commercial cat food (makanan pabrik), wajib kita sadari bahwa tidak semua cat food terbuat dari bahan dasar (daging) yang aman untuk kucing. Apabila didalam kemasannya tidak dicantumkan terbuat dari human grade meat (daging yang aman dikonsumsi manusia), maka kita patut curiga bahwa ada kemungkinan dagingnya adalah by product (sisa-sisa tubuh dari rumah pemotongan hewan), atau bahkan juga daging kucing atau anjing yang mati di euthanasia!! Sangat disarankan untuk memilih makanan yang mencantumkan dan menjamin bahwa productnya mengandung bahan2 alami.

Faktor kedua, kucing membutuhkan makanan dengan kadar air yang tinggi. Di alam, kucing memangsa binatang yang didalam tubuhnya 70% terdiri dari air. Oleh sebab itu kucing yang makan makanan alami akan kurang kebutuhannya akan minum. Kucing yang diberi makan dry food (kibles) dan kurang diimbangi dengan minum air yang banyak akan membuat kerja ginjal menjadi berlebih. Masalah yang sering timbul kemudian adalah urinary tract disorder atau yang sering dikenal dengan istilah kencing batu, yaitu dengan gejala kucing sulit kencing, kencing berdarah, kencing diluar litter box, kucing sering menjilati area genitalnya karena merasa sakit/tidak nyaman. Jadi kalau memungkinkan berilah kucing makanan basah, dibanding dengan dry food. Dry food juga mengandung kadar karbohidrat yang tinggi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh kucing. Tidak seperti manusia, kucing membutuhkan energinya dari protein dan lemak, dan sangat rendah kebutuhan akan karbohidrat. Jadi commercial cat food terbaik adalah grain free (tidak mengandung biji-bijian) dan mengandung tidak lebih dari 5% kadar karbohidrat!

Ketiga, hindari memberikan makanan dengan bahan-bahan pengawet yang berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA), Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan ethoxyquin. Bahan-bahan tersebut dicurigai dapat mengakibatkan kanker pada binatang peliharaan. Sebaliknya, pilihlah makanan dengan kandungan vitamin C dan vitamin E.


sumber : http://kunamon.blogspot.com